Blogroll

Wednesday, 19 July 2017

DESAIN PEMODELAN GRAFIS

Banyak orang mengira, untuk menjadi seorang desainer cukup hanya dengan mempelajari software komputer. Dengan menguasai berbagai software, seseorang dapat leluasa mengekspresikan ide-idenya. Persoalan yang berkaitan dengan sejarah, konsep, dan proses desain dianggap kurang penting. Ketidaktertarikan pada teori ini terlihat semakin meluas di kalangan pelajar dan mahasiswa desain grafis. Saat memasuki ruang komputer, mereka tidak sabar ingin segera menghidupkan computer dan mencoba berbagai efek, sementara ide di otaknya masih kosong.

Keterampilan mengoperasikan software desain grafis memang wajib Anda miliki. Tetapi tanpa memahami seluk-beluk desain grafis, anda akan seperti bertempur dalam sebuah wilayah asing-tidak tahu arah dan sasaran tembak. Tanpa mengenal seluk-beluk desain komunikasi visual, mengakibatkan anda ragu-ragu dalam setiap pengambilan keputusan. Karya desain anda-pun menjadi lemah karena tidak dilandasi pengetahuan dan konsep desain. Sama halnya belajar bela diri, anda akan sangat mudah dirobohkan lawan jika tidak menguasai jurus-jurus bertarung. Pengetahuan desain dimaksudkan sebagai kuda-kuda agar anda tidak mudah dibantai.

PENGERTIAN
Desain diterjemahkan sebagai seni terapan, arsitektur, dan berbagai pencapaian kreatif lainnya. Dalam sebuah kalimat, kata “desain” bisa digunakan baik sebagai kata benda maupun kata kerja. Sebagai kata kerja, “desain” memiliki arti “proses untuk membuat dan menciptakan obyek baru”. Sebagai kata benda, “desain” digunakan untuk menyebut hasil akhir dari sebuah proses kreatif, baik itu berwujud sebuah rencana, proposal, atau berbentuk obyek nyata. 

Grafika adalah segala cara pengungkapan dan perwujudan dalam bentuk huruf, tanda, dan gambar yang diperbanyak melalui proses percetakan guna disampaikan kepada khalayak. Contohnya adalah foto, gambar/drawing, Line Art, grafik, diagram, tipografi, angka, simbol, desain geometris, peta, gambar teknik, dan lain-lain. Seringkali dalam bentuk kombinasi teks, ilustrasi, dan warna.

Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam disain grafis, teks juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan. disain grafis diterapkan dalam disain komunikasi dan fine art. Seperti jenis desain lainnya, disain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), atau pun disiplin ilmu yang digunakan (disain).

Pemodelan adalah membentuk suatu benda-benda atau obyek. Membuat dan mendesain obyek tersebut sehingga terlihat seperti hidup. Sesuai dengan obyek dan basisnya, proses ini secara keseluruhan dikerjakan di komputer. Melalui konsep dan proses desain, keseluruhan obyek bisa diperlihatkan secara 3 dimensi, sehingga banyak yang menyebut hasil ini sebagai pemodelan 3 dimensi (3D modelling).

Desain pemodelan grafis adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang membuat dan menciptakan obyek baru berupa seni terapan, arsitektur, dan berbagai pencapaian kreatif lainnya yang direkayasa perangkat lunak merupakan suatu hal yang dilakukan di tahapan awal untuk pembuatan, penyimpanan, dan manipulasi model dan citra.

PRINSIP DESAIN GRAFIS 
Desain grafis juga memiliki prinsip seperti halnya manusia, seseorang dikenal karena prinsipnya, prinsip utama harus ditampilkan dalam sebuah desain grafis sehingga karya tersebut komunikatif, sedangkan unsur yang lainnya ditampilkan sekedar dan tidak mengalahkan unsur utama. Semuanya itu tergantung selera desainer grafis, klien dan khalayak yang menjadi sasaran pesan.

1.      Kesederhanaan 
Hal ini sangat logis demi kepentingan kemudahan pembaca memahami isi pesan yang disampaikan. Dalam penggunaan huruf sebuah berita misalnya. Huruf judul (headline), subjudul dan tubuh berita (body text) sebaiknya jangan menggunakan jenis font yang ornamental dan njilimet, seperti huruf blackletter yang sulit dibaca. Desainer grafis lazim juga menyebut prinsip ini sebagai KISS (Keep It Simple Stupid). Prinsip ini bisa diterapkan dengan penggunaan elemen ruang kosong (white space) dan tidak menggunakan terlalu banyak unsur-unsur aksesoris. Seperlunya saja.

2.      Keseimbangan
Keseimbangan adalah keadaan atau kesamaan antara kekuatan yang saling berhadapan dan menimbulkan adanya kesan seimbang secara visual. Prinsip keseimbangan ada dua, yaitu: keseimbangan formal (simetris) dan keseimbangan informal.

Keseimbangan formal memberikan kesan sempurna, resmi, kokoh, yakin dan bergengsi. Keseimbangan formal juga menyinggung mengenai konsistensi dalam penggunaan berbagai elemen desain. Semisal wana logo. Dalam desain kartu nama desain dibuat dengan full color (F/C). Tetapi dengan pertimbangan agar desain lebih variatif dan tidak membosankan, maka pada media desain yang berbeda Anda membuat logo tersebut dengan warna duotone. Nah, pada kondisi ini, gagasan variasi desain sebaiknya tidak diperlukan. Apa jadinya kalau logo tersebut adalah logo sebuah produk barang. Konsistensi juga sangat diperlukan sebagai kesan identitas yang melekat pada sebuah merek produk. Kita tidak mau konsumen sampai lupa pada produk yang dijual. Sedangkan keseimbangan informal bermanfaat menghasilkan kesan visual yang dinamis, bebas, lepas, pop, meninggalkan sikap kaku, dan posmodernis.

Untuk menciptakan keseimbangan:
·     Ulangi bentuk tertentu secara berkala, baik secara vertikal maupun horizontal.
      ·     Pusat elemen pada halaman.
      ·     Menempatkan beberapa visuals kecil di satu daerah untuk menyeimbangkan satu blok besar gambar atau teks.
      ·     Gunakan satu atau dua bentuk aneh dan membuat bentuk biasa.
      ·     Keringanan teks potong-berat dengan terang, berwarna-warni visual.
      ·     Meninggalkan banyak spasi besar sekitar blok teks atau foto gelap. 
      ·     Offset besar, gelap foto atau ilustrasi dengan beberapa lembar teks kecil, masing-masing dikelilingi oleh banyak spasi.

3.      Kesatuan
Kesatuan adalah kohesi, konsistensi, ketunggalan atau keutuhan, yang merupakan isi pokok dari komposisi. Contohnya adalah ilustrasi, garis dan teks diberi raster sehingga memberikan kesan kesatuan terhadap pesan yang dimaksud.

Untuk membuat persatuan:
·     Gunakan hanya satu atau dua typestyles dan berbeda ukuran atau berat untuk kontras seluruh publikasi, presentasi, atau situs web.
·     Konsisten dengan jenis font, ukuran, dan gaya untuk judul, subheads, keterangan, headers, footers, dll di seluruh publikasi, presentasi, atau situs web.
·     Menggunakan palet warna yang sama di seluruh.
·     Mengulang warna, bentuk, atau tekstur yang berbeda di seluruh wilayah.
·     Pilih visuals yang berbagi serupa warna, tema, atau bentuk.
        ·     Memperderetkan foto dan teks yang sama dengan grid baris.

4.      Penekanan (aksentuasi)
Penekanan dimaksudkan untuk menarik perhatian pembaca, sehingga ia mau melihat dan membaca bagian desain yang dimaksud. Kalau dalam konteks desain surat kabar ini bisa dilakukan dengan memberikan kotak raster atas sebuah berita. Hal ini akan mengesankan pentingnya berita itu untuk dibaca oleh pembaca. Atau juga membesarkan ukuran huruf pada judul berita, sehingga terlihat jauh berbeda dengan berita lainnya. Penekanan juga dilakukan melalui perulangan ukuran, serta kontras antara tekstur, nada warna, garis, ruang, bentuk atau motif.

Untuk membuat penekanan:
·     Gunakan rangkaian merata spaced, persegi di samping foto yang digariskan foto dengan bentuk yang tidak biasa.
·     Letakkan bagian yang penting dari teks pada sudut melengkung atau sekaligus menjaga semua jenis yang lainnya di kolom lurus.
·     Gunakan huruf tebal, hitam untuk judul dan jenis subheads ringan teks dan banyak lainnya untuk semua teks.
·     Tempat yang besar di sebelah gambar kecil sedikit teks.
·     Reverse (gunakan jenis putih) yang utama dari sebuah kotak hitam atau berwarna.
·     Gunakan warna yang tidak biasa atau jenis font yang paling penting untuk informasi.
·     Letakkan daftar yang ingin Anda sorot di sidebar dalam kotak berbayang.

5.      Irama (repetisi)
Irama merupakan pengulangan unsur-unsur pendukung karya seni. Irama merupakan selisih antara dua wujud yang terletak pada ruang, serupa dengan interval waktu antara dua nada musik beruntun yang sama. Desain grafis mementingkan interval ruang atau kekosongan atau jarak antar obyek. Misalnya jarak antarkolom. Jarak antar teks dengan tepi kertas, jarak antar 10 foto di dalam satu halaman dan lain sebagainya.

Untuk membuat rhythm:
·  Ulangi sejumlah elemen berbentuk mirip, bahkan dengan spasi putih di antara masing-masing, untuk menciptakan sebuah ritme biasa.
·     Ulangi rangkaian semakin besar elemen yang lebih besar dengan spasi putih di antara setiap ritme yang progresif.
·     Alternatif gelap, huruf tebal dan ringan, tipis jenis.
·   Alternatif gelap halaman (dengan banyak jenis grafik atau gelap) dengan cahaya halaman (dengan jenis lebih sedikit dan berwarna muda grafis).
·     Mengulang bentuk yang sama di berbagai bidang sebuah layout.
· Ulangi elemen yang sama pada posisi yang sama pada setiap halaman yang dicetak penerbitan seperti newsletter.

6.      Proporsi (Proportion)
Proporsi termasuk prinsip dasar tata rupa untuk memperoleh keserasian. Untuk memperoleh keserasian dalam sebuah karya diperlukan perbandingan – perbandingan yang tepat. Pada dasarnya proporsi adalah perbandingan matematis dalam sebuah bidang. Proporsi Agung (The Golden Mean) adalah proporsi yang paling populer dan dipakai hingga saat ini dalam karya seni rupa hingga karya arsitektur. Proporsi ini menggunakan deret bilangan Fibonacci yang mempunyai perbandingan 1:1,618, sering juga dipakai 8 : 13. Konon proporsi ini adalah perbandingan yang ditemukan di benda-benda alam termasuk struktur ukuran tubuh manusia sehingga dianggap proporsi yang diturunkan oleh Tuhan sendiri. Dalam bidang desain proporsi ini dapat kita lihat dalam perbandingan ukuran kertas dan layout halaman.



UNSUR DESAIN GRAFIS
Agar desain yang kita hasilkan menarik mata ada beberapa unsur yang harus dipelajari yaitu unsur dalam desain grafis. Semua unsur tersebut tidak harus dimasukkan sekaligus dalam sebuah karya desain karena ada sebagian desain yang menuntut salah satu dari unsur tersebut harus diprioritaskan jadi ada penekanan-penekanan dalam setiap unsur.

1. Garis (Line)
Sebuah garis adalah unsur desain yang menghubungkan antara satu titik poin dengan titik poin yang lain sehingga bisa berbentuk gambar garis lengkung (curve) atau lurus (straight). Garis adalah unsur dasar untuk membangun bentuk atau konstruksi desain. Di dalam duni a komunikasi visual seringkali kita menggunakan dotted line, solid line, dan garis putus-putus.

2. Bentuk (Shape)
Bentuk adalah segala hal yang memiliki diameter tinggi dan lebar. Bentuk dasar yang dikenal orang adalah kotak (rectangle), lingkaran (circle), dan segitiga (triangle).

3. Tekstur (Texture)
Tekstur adalah tampilan permukaan (corak) dari suatu benda yang dapat dinilai dengan cara dilihat atau diraba. Yang pada prakteknya, tekstur sering dikategorikan sebagai corak dari suatu permukaan benda, misalnya permukaan karpet, baju, kulit kayu, cat dinding, cat canvas, dan lain sebagainya.

4. Ruang (Space)
Ruang merupakan jarak antara suatu bentuk dengan bentuk lainnya, pada praktek desain dapat dijadikan unsur untuk memberi efek estetika desain dan dinamika desain grafis. Dalam bentuk fisiknya pengidentifikasian ruang digolongkan menjadi dua unsur, yaitu obyek (figure) dan latar belakang (background).

5. Ukuran (Size)
Ukuran adalah unsur lain dalam desain yang mendefinisikan besar kecilnya suatu obyek. Dengan menggunakan unsur ini Anda dapat menciptakan kontras dan penekanan (emphasis) pada obyek desain anda sehingga orang akan tahu mana yang akan dilihat atau dibaca terlebih dahulu.

6. Warna (Color)
Warna merupakan unsur penting dalam obyek desain. Karena dengan warna orang bisa menampilkan identitas, menyampaikan pesan atau membedakan sifat dari bentuk-bentuk bentuk visual secara jelas

Sunday, 9 July 2017

Mendukung Kesuksesan Orang Lain


Ujian sejati hubungan bukan hanya seberapa setia kita kepada teman-teman ketika mereka gagal, melainkan juga seberapa antosiaskah ketika mereka berhasil. 

Bukankan menjadi hal yang sangat menyenangkan kesuksesan kita ikut dirayakan oleh orang lain? Persaaan haru dan bahagia becampur menjadi satu. Hal tersebut juga dibutuhkan oleh orang lain, mereka tentu butuh tempat untuk berbagi kebahagiaan  tetapi kebanyakan yang terjadi adalah kita sering merasa iri dan tersaingi dengan kesuksesan orang lain. Untuk hal ini Maxwell memberikan beberapa prinsip bagaimana berbesar hati mendukung kesuksesan orang lain. 

1.    Selalu antosias dengan apa yang dapat membuat orang lain bahagia, hal ini mungkin memang sedikit berat apalagi jika yang membuat orang tersebut bahagia adalah hal-hal yang selalu kita impikan. Janganlah pikiran-pikiran negative menghalangi kita, karena kita juga menyadari bahwa setiap orang berhak mendapatkan kebahagiaan.
2.     Membagi kegagalan bisa menjadi salah satu cara kita agar bisa mendukung kesuksesan orang lain. Tujuan membagi kegagaalan ini adalah agar orang lain tidak sampai mengalami kegagalan seperti Anda. Kegagalan itu adalah hal yang biasa sebelum mencapai sebuah keberhasilan, namun kebanyakan orang lebih mudah mengidentifikasi kegagalan mereka daripada mengolah kegagalan itu menjadi alat untuk mengidetifikasi dengan kesuksesan, mungkin mereka memang tidak suka dengan kesuksesan itu sendiri.
3.    Sesuatu yang menghalangi untuk meraih sebuah kesuksesan akan sering menghalangi sesorang untuk merayakan keberhasilan orang lain. Hal itu bisa terjadi karena seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa kebanyakan orang lebih mudah untuk mendeskripsikan kegagalan mereka dibanding  kesuksesan mereka. Rasa takut kekurangan emosional, dan rasa iri menjadi hal sepele yang bisa menjadi masalah besar jika tidak dikendalikan. Mereka tetap tidak berubah, karena masih sibuk membandingkan diri mereka dengan orang lain.
4.     Teman yang dipilih secara tidak langsung akan mempengaruhi cara berfikir Anda. Oleh sebab itu mulai sekarang, identifikasilah teman-teman yang memiliki potensi untuk memberikan dukungan atapun yang akan menjatuhkan Anda. Memang berat saat harus melihat teman yang sangat kita harapkan akan memberikan dukungan kepada Anda tapi malah menjadi orang yang paling memberikan dampak negative, namun memang itulah harg yang harus dibayar. (Sumber : buku Prinsip-prinsip Kepemimpinn dan Memenangkan Kehidupan; John C. Maxwell)

Sunday, 11 December 2016

UNSUR-UNSUR PUBLIC SPEAKING

Milist.info yang sebelumnya mempsting tentang Public Speaking dan kali ini dilanjutkan dengan Unsur-unsur Paublic Speaking. Sebagaimana telah disinggung sebelumnya, public speaking merupakan jenis komunikasi publik. Para ahli mendefinisikan komunikasi dengan “Who says what to whom and with what effect”. Maksudnya, apa yang diserukan atau disampaikan oleh siapa, kepada siapa dengan cara bagaimana, melalui media apa. Berdasarkan rumusan ini dapat dijelaskan bahwa setiap proses komunikasi melibatkan unsur-unsur sebagaimana diperlihatkan gambar berikut ini :

Dengan melihat proses komunikasi tersebut, dapat dirumus beberapa unsur public speaking, antara lain sebagai berikut :
a.   Pembicara publik (Public speaker), yaitu orang yang melakukan kegiatan berbicara dihadapan orang banyak. Sesorang disebut public speaker disebabkan memiliki kemampuan dan keahlian khusus untuk berbicara di depan umum. Untuk menjadi seorang paublic speaker menurut Bayu Krisna (2008: 4), ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, antara lain sebagai berikut :
  •  Power of Voice, yaitu kekuatan volumen suara
  •  Expression, yaitu ekspresi suara yang bisa dirasakan oleh pendengarnya.
  •   Body language, yaitu bahasa tubuh yang mampu mendukung kalimat dan suara yang dilontarkan menjadi lebih hidup.
  •  Mind managemen, yaitu kemampuan mengelola pikiran pada saat berbicara.

b.   Materi, yaitu pesan (message) yang akan disampaikan oleh pembicara publik kepada audience. Dalam aktivitas training, materi biasanya berupa topik/tema pembicaraan yang ingin disampaikan oleh public speaker kepada peserta trainingnya.
c.       Audience, yaitu sasaran pembicaraan atau mustami dalam terminologi lain. Ini adalah objek yang dituju oleh pembicara publik.
d.      Metode, yaitu cara yang digunakan pembicara publik dalam kegiatan public speaking.
e.      Media, yaitu saluran yang digunakan dalam public speaking. Ia dapat berupa saluran langsung atatp muka (face to face) antara pembicara dengan audience. Juga dapat saluran bermedia yaitu meliputi :
  • Media auditif, yaitu semua media yang pesan komunikasinya disampaikan dan diterima mengandalkan kepada kemampuan suara dan pendengaran.
  •  Media Visual, yaitu media yang disampaikan maupun penerimaan pesannya menggunakan indra penglihatan.
  •  Media audio visual, yaitu media yang menggunakan unsur pendengaran, penglihatan dan tampilan.


f.     Tujuan, yaitu hasil akhir yang ingin dicapai dari aktifitas public speaking. Ia dapat dirumuskan dalam bentuk tujuan yang sangat spesifik sampai tujuan yang sangat umum. Dalam bahasa Inggris tujuan dapat dipilah dengan istilah target, objective, purpose, aim dan goal. Sumber : "Panduan Guru Hebat Indonesia, Dr. Amirulloh, M. Ag"

Saturday, 10 December 2016

PUBLIC SPEAKING

Dalam ilmu kominkasi, dikenal lima jenis komunikasi, yaitu komunikasi interpersonal, komunikasi antar personal, komunikasi kelompok, komunikasi publik dan komunikasi massa. Public speaking merupakan jenis kompunikasi publik. Untuk lebih jelas akan dipaparkan definisi public speaking dari beberapa sumber, yaitu :
Kamus Webster’s Third New International Dictinary menjelaskan public speaking adalah proses pembicaraan di depan publik (the act of process of making speaches in public); dan seni serta ilmu pengetahuan mengenai komunikasi lisan  yang efeketif dengan para pendengarnya (the art or science of effective oral communication with an audience).
David Zarefsky (1997) dalam buku public speaking; Strategi For Success mengatakan, public speaking adalah suatu proses komunikasi yang berkelanjutan di mana masa dan lambang bersikulasi ulang secara terus menerus antara pembicara dan para pendengarnya (Public speaking is a continous communication process in wich messages and signal circulate back and fort beetween speaker and listeners). Charles Bonar Sirait (2010: 26) mendefinisikan public speaking dengan kombinasi antara pengalaman, kemampuan diri, manajemen, serta seni dalam berbicara di depan umum.


Definisi public speaking secara luas dikemukakan oleh Ruli Tobing (2012), yaitu rangkaian cara berfikir yang didasarkan dari seluruh talenta manusia atas pengalaman masa lalu, masa sekarang serta masa yang akan datang dan dipadukan dengan etika, pola prilaku, ilmu pengetahuan, teknologi, budaya, analisis keadaan dan faktor lainnya. Faktor-faktor tersebut dikemas dalam bentuk kalimat atau ucapan yang mengandung makna strategi komunikasi di baliknya, guna mencapai tujuan.

Sementara itu, dalam Himpunan Istilah Komunikasi yang ditulis oleh YS Gunadi (2004: 91) Public speaking diartikan sebagai komunikasi yang dilakukan secara lisan tentang suatu topik di hadapan orang banyak. Tujuannya antara lain, untuk mengetaui, mengajak, mendidik, mengubah opini, memberikan penjelasan, dan memberikan informasi kepada masyarakat ditempat tertentu.

Dari beberapa definisi di atas, dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa public speaking adalah ilmu atau seni berbicara untu menyampaikan sesuatu hal dihadapan orang banyak dengan tujuan tertentu. Sebagai ilmu, publik speaking    berarti suatu keahlian yang harus dipelajari secara serius. Sebab, di dalamnya terdapat teori-teori yang berfungsi sebagai panduan tatkala akan mempraktikkannya. Sebagai seni, public speaking berkaitan dengan teknik atau kiat berbcara yang harus dilatih secara tahap demi tahap dan sampaikan dengan kemasan yang menarik. Sumber : "Panduan Guru Hebat Indonesia, Dr. Amirulloh, M. Ag"

Friday, 10 June 2016

Cara Bikin Huruf di WhatsApp Jadi Tebal dan Miring

Milist.info Setelah beberapa waktu yang lalu Milist.info memuat artikel tentang Benarkah radiasi ponsel bisa bikin manusia terkena kanker otak?, Kali ini milist.info memuat artikel tetang trik di WhatsApp. WhatsApp merilis pembaruan untuk aplikasi versi Beta. Dengan update tersebut, pengguna kini bisa melakukan formatting text atau customize format huruf, seperti cetak tebal (bold), miring (italic), dan teks yang dicoret (strikethrough).

WhatsApp tidak menyediakan menu khusus layaknya di aplikasi MS Word untuk fitur baru tersebut. Dibutuhkan trik-trik tertentu untuk membuat teks dengan format itu.

Berikut cara melakukannya yang dikutip dari http://www.kompas.com

 
Liist Format teks di pesan instan WhatsApp.

Bold (cetak tebal)
Untuk membuat teks di pesan WhatsApp menjadi cetak tebal, tambahkan tanda asterik (*) di depan dan belakang teks yang diinginkan, misalnya *Tebal*.

Italic (cetak miring)
Untuk membuat teks di pesan WhatsApp menjadi cetak miring, tambahkan tanda underscore (_) di depan dan belakang teks yang diinginkan, misalnya _miring_.

Strikethrough (teks yang dicoret)
Untuk membuat teks di pesan WhatsApp memiliki coretan, tambahkan tanda tilde (~) di depan dan belakang teks yang diinginkan, misalnya ~teks dicoret~.

Pastikan versi WhatsApp yang Anda miliki adalah versi 2.12.17 untuk versi iOS dan 2.12.5 untuk versi Android atau yang terbaru, dengan mendaftar sebagai Beta Tester dan melakukan update di toko aplikasi iOS atau Android.

Kode ini juga bisa dipakai WhatsApp versi desktop atau WhatsApp Web Client. Namun, format huruf-huruf di atas (bold, italic, dan strikethrough) hanya akan muncul di versi aplikasi mobile.